Powered By Blogger

Rabu, 04 Januari 2012

Forum Tanya Jawab 19: Menemukan Dunia adalah Pikiranku




Bersumber dari pemikiran Kant, maka dapat disimpulkan bahwa dunia adalah pikiranku. Yang ada dan yang mungkin ada merupakan obyek dalam filsafat yang keduanya berawal dari sebuah pemikiran. Dengan berpikir intensif dan ekstensif, kita dapat melihat dunia, kita juga dapat membangun dunia kita dalam filsafat. Apa yang kita pikirkan, itulah dunia kita. Pikiran menghubungkan antara ada dan tidak ada.

http://powermathematics.blogspot.com/2010/11/forum-tanya-jawab-19-menemukan-dunia.html#comment-form

Artikel Populer: Pendidikan Karakter dalam Pendidikan Matematika





Implementasi pendidikan karakter dalam pendidikan matematika di sekolah memunyai aspek pemahaman tentang hakikat matematika, hakikat matematika sekolah, hakikat pendidikan matematika, hakikat nilai matematika, hakikat belajar matematika, hakikat proses belajar mengajar matematika, hakikat pembudayaan matematika sekolah.
Di sisi lain, secara umum, pendidikan karakter harus mampu menjelaskan hakikat karakter, implementasi dan contoh-contohnya, menjelaskan sumber-sumber pengetahuan dan nilai-nilai dan macam-macam karakter yang harus digali dan dikembangkan, ukuran atau pembenaran kelaziman karakter dalam lingkup pribadi, kelompok, berbangsa dan secara universal.
Jika karakter dipandang sebagai nilai yang perlu digali, dikembangkan dan diimplementasikan, maka konteks ruang dan waktu serta arah pengembangannya menjadi sangat penting

http://powermathematics.blogspot.com/2011/04/artikel-populer-pendidikan-karakter.html#comment-form

Forum Tanya Jawab 12: Perjalanan Filsafat


  Setiap  kegiatan yang kita lakukan dapat dikatakan sebagai perjalanan imajiner. Kata imajiner sama artinya dengan imajinasi. Imajinasi berarti  khayalan atau dapat dikatakan sebagai angan-angan. Perjalanan filsafat imajiner menggambarkan tentang sesuatu yang ada dalam angan-angan. Ruang lingkup dalam filsafat adalah ruang dan waktu. Ruang menggambarkan tempat dimana kita berpikir kritis, berpikir intensif dan ekstensif, menterjemahkan dan diterjemahkan dalam dunia filsafat

http://powermathematics.blogspot.com/2010/11/forum-tanya-jawab-12-perjalanan.html#comment-form

Elegi Wawancara Orang Tua Berambut Putih



Filfasat merupakan ilmu yang mencakup aturan-aturan atau norma dalam kehidupan sehari-hari. Dalam filsafat kita belajar banyak hal yang ada di dunia ini yang meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Dari yang ada dan yang mungkin ada tersebut, kita membangun dunia salah satunya dunia dalam pikiran. Dunia dalam pikiran membawa kita untuk berpikir kritis, relatif dan inovatif. Berpikir merupakan karakteristik dalam filsafat yang meliputi berpikir intensif (dalam sedalam-dalamnya) dan berpikir ekstensif (luas seluas-luasnya). Pencapaian yang tertinggi dalam filsafat adalah refleksi diri. Dalam mempelajari filsafat kita bisa peroleh dari berbagai sumber, diantaranya dari buku bacaan ataupun elegi.  Elegi mengandung makna yang tersirat. Semoga elegi dari bapak, bermanfaat untuk kami semua. Amin

http://powermathematics.blogspot.com/2009/05/elegi-wawancara-orang-tua-berambut.html#comment-form

Pendidikan Karakter

Dalam pengertian makna pendidikan karakter di sekolah, semua komponen (stakeholders) harus dilibatkan, termasuk komponen-komponen pendidikan itu sendiri, yaitu isi kurikulum, proses pembelajaran dan penilaian, kualitas hubungan, penanganan atau pengelolaan mata pelajaran, pengelolaan sekolah, pelaksanaan aktivitas atau kegiatan ko-kurikuler, pemberdayaan sarana prasarana, pembiayaan, dan ethos kerja seluruh warga dan lingkungan sekolah.
Terlepas dari berbagai kekurangan dalam praktik pendidikan di Indonesia, apabila dilihat dari standar nasional pendidikan yang menjadi acuan pengembangan kurikulum (KTSP), dan implementasi pembelajaran dan penilaian di sekolah, tujuan pendidikan di SMP sebenarnya dapat dicapai dengan baik. Pembinaan karakter juga termasuk dalam materi yang harus diajarkan dan dikuasai serta direalisasikan oleh peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Permasalahannya, pendidikan karakter di sekolah selama ini baru menyentuh pada tingkatan pengenalan norma atau nilai-nilai, dan belum pada tingkatan internalisasi dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

 http://powermathematics.blogspot.com/2011/04/artikel-populer-pendidikan-karakter.html?showComment=1325678685948#c213170281916528049

Menggapai Matematika Yang Tidak TUNGGAL

Benar jika kedua pandangan ini diperdebatkan tidak akan bisa mendapat ujung dan solusinya. Tetapi menurut saya, berikan lah hak yang sebenar-benarnya dari matematika sekolah itu sendiri. Perlulah pengkajian ulang dari jeritan siswa-siswi dalam polemik yang berkepanjangan memahami konsep matematika. Tidaklah adil jika seorang iluwan memandang bahwa matematika itu tunggal, dan memperlakukan murid-murid seperti belajar di perkuliahan... maka dari itu perlulah upaya dalam mengembangkan matematika sekolah, dan matematika itu tidak hanya di miliki orang sains tapi siapa saja yang mempelajarinya...

http://powermathematics.blogspot.com/2011/09/elegi-menggapai-matematika-yang-tidak.html?showComment=1325678080091#c4176186598447365750

Elegi Menggapai Ramai

Bukanlah kesepian yang akan diberikan, tetapi kedamaian dalam keramaian lah yang ku dengar dari telinga hatiku. Begitu lah kesaksian ku yang mewakili niat dan perasaan ku untuk menggambarkan begitu hikmatnya mampu menyelami suara-suara kedamaian dari setiap doa ku,.. Perasaan ini sperti disuatu pagi yang cerah, lalu mencoba memperhatikan matahari yang tengah berusaha untuk meninggi, memperhatikan setiap perubahannya, merasakan sentuhan hangatnya, dengarkan bagaimana angin menyapa kita dengan lembut, hirup dalam-dalam udara pagi yang belum tercemar dan rasakan kesegarnya... inilah hikmat yang telah diberikan sepanjang masa dari pada NYA...

http://powermathematics.blogspot.com/2009/03/elegi-menggapai-ramai.html?showComment=1325676620605#c2924279790847397508